Tangerang – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 sebagai agen perubahan untuk memperkuat budaya sekolah aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam menjalankan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) melalui keterlibatan peserta didik sebagai penggerak lingkungan sekolah yang positif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, para Duta BSS memiliki peran penting dalam membangun budaya digital yang sehat serta menciptakan hubungan yang harmonis antarsiswa melalui Gerakan Rukun Sama Teman.
“Para duta telah menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat kalian. Jadilah bintang di sekolah masing-masing dan menjadi harapan bagi masa depan Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti saat acara pengukuhan di Tangerang, Banten, Kamis (9/7).
Menurut Abdul Mu’ti, keberadaan 76 Duta BSS dari berbagai daerah menunjukkan potensi besar generasi muda dalam mewujudkan generasi emas 2045. Ia berharap para duta dapat melanjutkan kontribusi mereka setelah kembali ke daerah masing-masing.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto menegaskan bahwa pengukuhan Duta BSS bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru.
Para duta diberi tiga amanah utama, yaitu menjadi teladan bagi teman sebaya, menyebarkan informasi edukatif serta menangkal hoaks dan ujaran kebencian, serta menjadi pelopor pencegahan perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, dan kekerasan digital di lingkungan sekolah.
“BSS adalah agen perubahan. Wujudkan sekolah aman dan nyaman di seluruh Indonesia,” kata Gogot.
Salah satu Duta BSS 2026, Andrew Arsya Mandala dari SMPN 2 Padang, Sumatra Barat, mengaku bersyukur atas pencapaiannya sebagai juara pertama. Ia mengatakan keberhasilan tersebut diraih melalui proses panjang dan pengalaman mengikuti berbagai perlombaan.
Andrew juga memberikan motivasi kepada peserta lain agar tidak menyerah ketika mengalami kegagalan. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses untuk mencapai keberhasilan.
Guru pendamping Andrew, Ade Riza Rayahu, berharap prestasi dan pengalaman Andrew dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mencoba berbagai kesempatan.(**)




























