Medan – Momentum Hari Raya Idul Adha menjadi momen penuh makna bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan ibadah qurban, Idul Adha juga mengandung nilai sejarah, keikhlasan, dan pengorbanan yang diwariskan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Berbagai kalangan turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha, salah satunya datang dari Arman Tanjung beserta keluarga. Arman Tanjung yang akrab disapa Aan Tanjung merupakan Ketua Komunitas Kawan Selapau sekaligus salah satu pendiri komunitas tersebut.
Dalam keterangannya, Arman menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk mengenang sejarah besar perjalanan kenabian yang sarat nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, sejarah qurban bermula ketika Nabi Ibrahim AS mendapat mimpi untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Mimpi tersebut datang berulang kali hingga akhirnya Nabi Ibrahim AS meyakini bahwa hal itu merupakan perintah Allah SWT yang harus dilaksanakan.
“Pada awalnya tentu ada keraguan sebagai manusia biasa. Namun, karena mimpi itu datang berturut-turut, Nabi Ibrahim AS semakin yakin bahwa itu adalah perintah Allah SWT,” ujar Arman, Selasa (26/5/2026).
Arman menjelaskan, Nabi Ibrahim AS kemudian menyampaikan hal tersebut kepada istrinya. Dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan, sang istri mendukung keputusan tersebut karena meyakini bahwa perintah Allah SWT harus dijalankan.
“Dengan ikhlas, istri Nabi Ibrahim AS mengatakan bahwa jika itu merupakan perintah Allah SWT, maka harus dilaksanakan,” katanya.
Selanjutnya, Nabi Ibrahim AS membawa Nabi Ismail AS ke suatu tempat untuk melaksanakan perintah tersebut. Namun, atas izin dan kuasa Allah SWT, Nabi Ismail AS kemudian digantikan dengan seekor domba untuk disembelih sebagai qurban.
Peristiwa tersebut, lanjut Arman, menjadi awal mula disyariatkannya ibadah qurban yang hingga kini dilaksanakan umat Islam setiap Hari Raya Idul Adha.
Mengutip riwayat yang banyak dijelaskan dalam literatur Islam dan sejumlah referensi keagamaan, ibadah kurban mengajarkan nilai keikhlasan, kepatuhan, serta pengorbanan demi menjalankan perintah Allah SWT. Tradisi berqurban kemudian menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan antarsesama umat manusia.
Arman menilai, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS harus menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Mengambil dari cerita pengorbanan Nabi Ibrahim AS, maka kita selaku ciptaan-Nya harus mengikuti besarnya pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi cobaan hidup. Namun, di balik setiap ujian, kata dia, selalu ada hikmah dan kebaikan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang sabar dan ikhlas.
“Tiada daya upaya selain atas kehendak Allah SWT. Sebagai umat ciptaan Allah, berbagai cobaan akan kita lalui karena di balik cobaan tersebut pasti ada yang terbaik yang akan kita dapat,” ucap Arman.
Menurutnya, momentum Idul Adha juga harus dimaknai sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan melalui ibadah qurban. (Tami)



























