Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian khusus. Pemerintah menyiapkan dukungan berupa 200 pompa air dan anggaran Rp2 miliar untuk pembangunan 200 titik bor air guna mendukung pemadaman kebakaran di kawasan tersebut.
Arahan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas sekitar 513,89 hektare. Upaya pemadaman dilakukan dengan memperkuat satuan tugas darat, sedangkan operasi udara terkendala jarak pandang yang rendah akibat asap tebal.
Prabowo menegaskan bahwa kawasan Taman Nasional Tanjung Puting perlu mendapat perhatian serius karena berstatus sebagai taman nasional.
“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” ujar Prabowo.
Selain penanganan kebakaran, Prabowo menekankan perlunya penguatan jumlah dan kapasitas polisi hutan untuk menjaga kawasan hutan di Indonesia. Ia meminta proses penambahan personel dilakukan secara bertahap.
Presiden juga meminta agar rencana tersebut disampaikan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB).
“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” kata Prabowo.
Ia turut meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membantu meningkatkan kapasitas polisi hutan melalui pendidikan dan pelatihan.
“Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” lanjutnya.
Lokasi Kebakaran Sulit Dijangkau
Dalam rapat yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan bahwa titik-titik kebakaran di Tanjung Puting tersebar di sejumlah lokasi. Kondisi lahan berupa rawa dan keterbatasan akses kendaraan menyulitkan proses pemadaman.
Menurut laporan tersebut, salah satu kebutuhan mendesak di lapangan adalah pompa air berukuran kecil yang dapat digunakan untuk menjangkau titik kebakaran.
Saat Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 pompa air, Prabowo menyatakan akan memberikan dukungan sebanyak 200 unit.
“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Prabowo.
Selain pompa air, tim di lapangan membutuhkan dukungan pengeboran untuk memperoleh sumber air. Karakteristik kawasan rawa memungkinkan pembuatan sumur bor pada kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Prabowo menyatakan dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan 200 titik bor air.
“Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” katanya.
Prabowo meminta masyarakat setempat dilibatkan dalam pembangunan titik-titik bor air tersebut. Pelibatan warga diharapkan dapat mendukung percepatan penyediaan sumber air untuk pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.
Presiden juga menekankan bahwa penanganan kebakaran harus disertai penguatan langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Dukungan peralatan, penyediaan sumber air, penguatan personel, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. (Yusuf)




























