• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    GM-FKPPI Rayon Medan Denai Siapkan Audiensi dengan TNI-Polri dan Camat, Bidik Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

    GM-FKPPI Rayon Medan Denai Siapkan Audiensi dengan TNI-Polri dan Camat, Bidik Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

    GM-FKPPI Medan Denai Sambut Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut, Siap Perkuat Sinergi Keamanan

    GM-FKPPI Medan Denai Sambut Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut, Siap Perkuat Sinergi Keamanan

    76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 Dikukuhkan sebagai Penggerak Sekolah Aman dan Ruang Digital Ramah Anak

    76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 Dikukuhkan sebagai Penggerak Sekolah Aman dan Ruang Digital Ramah Anak

    Kemenkum RI Terbitkan Sertifikat Merek Batik Sampan Pariaman, Perkuat Perlindungan Produk Lokal

    Kemenkum RI Terbitkan Sertifikat Merek Batik Sampan Pariaman, Perkuat Perlindungan Produk Lokal

    Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Sukses Digelar, Ratusan Ribu Wisatawan Padati Pariaman

    Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Sukses Digelar, Ratusan Ribu Wisatawan Padati Pariaman

    Warga Terkendala BPJS Kini Terbantu, LPK-GKN Apresiasi Program Probis Sumut Berkah

    Warga Terkendala BPJS Kini Terbantu, LPK-GKN Apresiasi Program Probis Sumut Berkah

    Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman

    Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman

    Ketua Kawan Selapau Arman Tanjung Sampaikan Makna Qurban di Hari Raya Idul Adha

    Ketua Kawan Selapau Arman Tanjung Sampaikan Makna Qurban di Hari Raya Idul Adha

    Pemkab Karo Dukung Summer Course Internasional USU

    Pemkab Karo Dukung Summer Course Internasional USU

  • bisnis
  • Hukum
  • Politik
  • Internasional
  • Entertainment
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    GM-FKPPI Rayon Medan Denai Siapkan Audiensi dengan TNI-Polri dan Camat, Bidik Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

    GM-FKPPI Rayon Medan Denai Siapkan Audiensi dengan TNI-Polri dan Camat, Bidik Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

    GM-FKPPI Medan Denai Sambut Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut, Siap Perkuat Sinergi Keamanan

    GM-FKPPI Medan Denai Sambut Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut, Siap Perkuat Sinergi Keamanan

    76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 Dikukuhkan sebagai Penggerak Sekolah Aman dan Ruang Digital Ramah Anak

    76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 Dikukuhkan sebagai Penggerak Sekolah Aman dan Ruang Digital Ramah Anak

    Kemenkum RI Terbitkan Sertifikat Merek Batik Sampan Pariaman, Perkuat Perlindungan Produk Lokal

    Kemenkum RI Terbitkan Sertifikat Merek Batik Sampan Pariaman, Perkuat Perlindungan Produk Lokal

    Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Sukses Digelar, Ratusan Ribu Wisatawan Padati Pariaman

    Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Sukses Digelar, Ratusan Ribu Wisatawan Padati Pariaman

    Warga Terkendala BPJS Kini Terbantu, LPK-GKN Apresiasi Program Probis Sumut Berkah

    Warga Terkendala BPJS Kini Terbantu, LPK-GKN Apresiasi Program Probis Sumut Berkah

    Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman

    Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman

    Ketua Kawan Selapau Arman Tanjung Sampaikan Makna Qurban di Hari Raya Idul Adha

    Ketua Kawan Selapau Arman Tanjung Sampaikan Makna Qurban di Hari Raya Idul Adha

    Pemkab Karo Dukung Summer Course Internasional USU

    Pemkab Karo Dukung Summer Course Internasional USU

  • bisnis
  • Hukum
  • Politik
  • Internasional
  • Entertainment
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home bisnis

Dilema Integrasi Islam dalam Kurikulum Nasional di Sekolah

admin by admin
Oktober 21, 2026
0 0
0
Dilema Integrasi Islam dalam Kurikulum Nasional di Sekolah
19
VIEWS
Share on Facebook

Oleh: Asmui Lubis, NIM: 202686130006, Mata Kuliah: Pengembangan Kurikulum PAI, Dosen Pengampu: Dr. Arijulmanan, S.S., M.H.I. Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum nasional tidak cukup dilakukan dengan menambah jam pelajaran agama. Lebih dari itu, integrasi Islam dalam pendidikan bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa pencarian ilmu, penguatan iman, dan pembentukan akhlak merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari warisan sistem pendidikan kolonial, kecenderungan memisahkan ilmu pengetahuan dari nilai agama, perbedaan pandangan di kalangan umat Islam, hingga ketimpangan kebijakan dan fasilitas pendidikan. Tantangan ini menunjukkan bahwa integrasi Islam dalam kurikulum nasional bukan sekadar persoalan materi pembelajaran, melainkan juga menyangkut paradigma keilmuan dan arah kebijakan pendidikan.

Akar Masalah: Warisan Kolonialisme dan Sekularisasi Ilmu

Baca Juga

GM FKPPI Rayon Medan Denai Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Siapkan 200 Pompa Air

Kesulitan menyatukan ilmu pengetahuan dan agama di Indonesia tidak muncul begitu saja. Salah satu akar historisnya adalah sistem pendidikan pada masa kolonial yang memisahkan sekolah umum dari lembaga pendidikan keagamaan. Pemisahan tersebut turut membentuk anggapan bahwa ilmu dunia dan ilmu agama merupakan dua bidang yang berdiri sendiri.

Cara pandang ini kemudian memengaruhi kurikulum, institusi pendidikan, dan pola pikir masyarakat. Akibatnya, ilmu pengetahuan sering dipahami sebagai urusan duniawi, sedangkan agama ditempatkan sebatas urusan ibadah dan kehidupan spiritual.

Pandangan tersebut semakin diperkuat oleh kecenderungan sekularisasi ilmu, yakni pendekatan yang memisahkan pengembangan pengetahuan dari pertimbangan agama dan spiritualitas. Padahal, dalam perspektif pendidikan Islam, wahyu dan pengetahuan empiris dapat saling melengkapi. Al-Qur’an dan hadis memberikan landasan nilai serta pedoman moral, sedangkan pengamatan, eksperimen, dan penalaran ilmiah menjadi sarana untuk memahami berbagai fenomena alam dan kehidupan.

Dengan demikian, persoalannya bukan terletak pada penolakan terhadap sains modern. Hal yang perlu dikritisi adalah pandangan yang menempatkan ilmu pengetahuan seolah-olah sepenuhnya terlepas dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Integrasi ilmu dalam pendidikan Islam justru diharapkan mampu mengurangi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, meningkatkan kompetensi guru, serta mendorong pembaruan kurikulum agar lebih utuh dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Perbedaan Pandangan di Kalangan Umat Islam

Perbedaan pandangan di kalangan umat Islam mengenai integrasi ilmu merupakan kenyataan yang perlu disikapi secara terbuka. Sebagian pemikir mengusung konsep islamisasi ilmu pengetahuan, yaitu upaya menata kembali ilmu modern agar selaras dengan pandangan hidup Islam yang berlandaskan tauhid.

Pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas, misalnya, menempatkan tauhid sebagai landasan penting dalam memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam perspektif ini, ilmu tidak hanya berorientasi pada penguasaan informasi dan keterampilan, tetapi juga harus membentuk manusia yang beradab dan memiliki tanggung jawab kepada Allah.

Sementara itu, pemikir lain lebih memilih istilah integrasi ilmu atau interkoneksi keilmuan. Pendekatan ini menekankan dialog antara ilmu agama dan ilmu modern tanpa harus menganggap seluruh disiplin ilmu perlu diislamisasi secara langsung. Penelitian ilmiah tetap menggunakan metode empiris dan rasional, sementara nilai-nilai Islam berperan sebagai landasan etika dan orientasi moral.

Perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa integrasi Islam dalam pendidikan membutuhkan pemikiran yang matang, bukan sekadar perubahan istilah atau penambahan materi keagamaan.

Di tengah kemajemukan Indonesia, integrasi Islam juga tidak boleh dimaknai sebagai upaya menyeragamkan seluruh isi kurikulum berdasarkan satu tafsir teologis. Pendidikan nasional harus tetap menjamin hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dengan demikian, penguatan nilai Islam perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap kebinekaan dan prinsip pendidikan yang inklusif.

Dukungan Pemerintah dan Ketimpangan Fasilitas Pendidikan

Secara hukum, Indonesia telah memiliki landasan untuk menyelenggarakan pendidikan keagamaan. Pasal 30 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur penyelenggaraan pendidikan keagamaan oleh pemerintah dan/atau kelompok masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pendidikan keagamaan bertujuan mempersiapkan peserta didik agar memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya. Pendidikan tersebut dapat diselenggarakan melalui jalur formal, nonformal, dan informal.

Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada implementasi kebijakan di lapangan, terutama terkait pemerataan anggaran, tenaga pendidik, dan fasilitas pembelajaran.

Data madrasah tahun ajaran 2024/2025 yang menjadi dasar pembahasan ini mencatat jumlah satuan pendidikan sebagai berikut:

1. Madrasah Ibtidaiyah atau MI, itu yang setingkat SD. Jumlahnya paling banyak, ada 26.794 sekolah. Dari jumlah itu, yang negeri ada 1.711, yang swasta ada 25.083.

2. Madrasah Tsanawiyah atau MTs, setingkat SMP. Jumlahnya ada 19.432 sekolah. Yang negeri 1.525, yang swasta 17.907.

3. Madrasah Aliyah atau MA, setingkat SMA. Jumlahnya ada 10.147 sekolah. Yang negeri 810, yang swasta 9.337.

Data tersebut memperlihatkan dominasi madrasah swasta pada seluruh jenjang pendidikan yang tercantum. Kondisi ini menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan dan peningkatan mutu madrasah, khususnya yang memiliki keterbatasan sumber daya.

Tanpa dukungan anggaran yang memadai, tenaga pendidik yang kompeten, laboratorium, perpustakaan, serta akses terhadap teknologi digital, gagasan integrasi ilmu berisiko berhenti sebagai wacana.

Ketimpangan fasilitas pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), juga menjadi tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan. Integrasi Islam tidak akan berjalan optimal apabila sekolah dan madrasah belum memiliki sarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran yang kritis, kreatif, dan berbasis penelitian.

Karena itu, keberhasilan integrasi ilmu tidak cukup diukur dari isi kurikulum. Pemerataan kesempatan belajar dan kualitas lingkungan pendidikan juga harus menjadi perhatian utama.

Pandangan Ulama dan Landasan Al-Qur’an serta Hadis

Sejumlah ulama dan pemikir Muslim menekankan pentingnya hubungan antara ilmu, iman, dan pembentukan kepribadian. Al-Ghazali memandang ilmu sebagai sarana yang dapat mengantarkan manusia menuju kedekatan dengan Allah apabila digunakan secara benar. Muhammad Iqbal mengkritik pemisahan dimensi spiritual dan material dalam kehidupan manusia.

Sementara itu, Fazlur Rahman, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Ismail Raji al-Faruqi turut memberikan sumbangan pemikiran mengenai pembaruan pendidikan Islam dan hubungan antara tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu modern.

Landasan penting bagi semangat menuntut ilmu dapat ditemukan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar [39]: 9).

Ayat tersebut menegaskan kedudukan ilmu dan keutamaan orang-orang yang berpengetahuan.

Dalam ayat lainnya, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.” (QS. Ali Imran [3]: 190).

Ayat ini mengajak manusia menggunakan akal untuk merenungkan fenomena alam dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah.

Semangat tersebut juga sejalan dengan hadis yang berbunyi:

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Dalil-dalil tersebut memberikan landasan bagi pengembangan pendidikan yang menghargai ilmu pengetahuan sekaligus menjunjung tinggi nilai keimanan. Dalam perspektif Islam, fenomena alam dapat dipahami sebagai ayat kauniyah, sedangkan wahyu merupakan ayat qauliyah. Keduanya dapat menjadi sumber refleksi yang saling melengkapi dalam proses pembelajaran, tanpa mengabaikan metode dan kaidah ilmiah.

Dengan pendekatan ini, pendidikan Islam tidak hanya mendorong peserta didik untuk menguasai pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi yang bertanggung jawab dalam menggunakan ilmu bagi kemaslahatan manusia.

Peluang Membangun Pendidikan Islam yang Integratif

Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan pendidikan Islam yang integratif. Jaringan madrasah, pesantren, dan sekolah berbasis Islam yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi ruang pengembangan model pembelajaran yang menghubungkan sains, teknologi, karakter, dan nilai spiritual.

Peluang tersebut semakin terbuka seiring dengan perkembangan teknologi digital dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Peserta didik tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan mengambil keputusan secara etis.

Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pembelajaran berbasis proyek. Misalnya, peserta didik meneliti persoalan pencemaran lingkungan, kesehatan masyarakat, ekonomi digital, atau perkembangan kecerdasan buatan. Dalam prosesnya, mereka tidak hanya mempelajari aspek ilmiah dan teknis, tetapi juga mengkaji dampak sosial, etika, dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan serta sesamanya.

Pendekatan seperti ini lebih bermakna daripada sekadar menambahkan kutipan ayat Al-Qur’an pada akhir materi pelajaran tanpa hubungan yang jelas dengan substansi pembelajaran.

Integrasi yang sesungguhnya harus tampak dalam cara peserta didik memahami persoalan, mengembangkan pengetahuan, mengambil keputusan, dan menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Lima Langkah Strategis yang Perlu Ditempuh

Agar integrasi Islam dalam kurikulum nasional tidak berhenti sebagai gagasan, pemerintah, sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu mengambil langkah konkret.

Pertama, menyusun kurikulum yang benar-benar integratif. Integrasi tidak boleh hanya diwujudkan melalui penambahan mata pelajaran agama. Pembelajaran sains, ilmu sosial, teknologi, dan kewarganegaraan perlu membuka ruang bagi pembahasan nilai tauhid, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial sesuai dengan konteks materi.

Kedua, meningkatkan kompetensi guru lintas disiplin. Guru sains perlu memiliki kepekaan terhadap dimensi etika dan nilai dalam pengembangan ilmu, sedangkan guru pendidikan agama Islam perlu memahami metode ilmiah dan persoalan kontemporer. Kolaborasi antarguru menjadi penting agar integrasi dapat diterapkan secara alami dan tidak terkesan dipaksakan.

Ketiga, memperkuat anggaran dan sarana pendidikan madrasah. Pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan madrasah swasta dan satuan pendidikan di wilayah 3T melalui dukungan tenaga pendidik, laboratorium, perpustakaan, buku pembelajaran, akses internet, serta pelatihan literasi digital. Pemerataan fasilitas merupakan prasyarat agar integrasi ilmu dapat dilaksanakan secara berkualitas.

Keempat, membangun dialog antarumat beragama. Penguatan pendidikan Islam perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap pemeluk agama lain. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap ilmu dapat dikembangkan tanpa menghilangkan identitas keagamaan masing-masing peserta didik.

Kelima, mendorong riset dan pengembangan kurikulum kontekstual. Perguruan tinggi Islam, pesantren, dan sekolah perlu bekerja sama menghasilkan bahan ajar yang menjawab persoalan nyata, seperti perubahan iklim, disinformasi, ekonomi digital, kesehatan mental, dan etika teknologi. Dengan demikian, pendidikan Islam mampu merespons perkembangan zaman tanpa kehilangan landasan nilai dan spiritualitasnya.

Menyatukan Ilmu, Iman, dan Akhlak

Integrasi Islam dalam kurikulum nasional hanya akan berhasil apabila dipahami sebagai pembenahan pendidikan secara menyeluruh. Pembenahan tersebut mencakup paradigma keilmuan, kompetensi guru, pemerataan fasilitas, pengembangan kurikulum, serta konsistensi kebijakan pemerintah.

Ilmu yang dikembangkan tanpa pertimbangan moral berisiko disalahgunakan, sedangkan pendidikan agama yang tidak diiringi penguasaan ilmu pengetahuan dapat mengalami kesulitan dalam menjawab tantangan zaman. Karena itu, keduanya perlu dipertemukan dalam proses pendidikan yang kritis, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Pada akhirnya, integrasi Islam bukan sekadar upaya menghadirkan simbol agama di ruang kelas. Lebih dari itu, integrasi merupakan ikhtiar membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, kokoh secara spiritual, mulia dalam akhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Inilah esensi pendidikan Islam yang relevan bagi Indonesia: ilmu yang berlandaskan iman, iman yang mendorong pencarian ilmu, dan keduanya yang diwujudkan dalam akhlak serta tanggung jawab sosial. (Red)

admin

admin

Related Posts

GM FKPPI Rayon Medan Denai Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan
bisnis

GM FKPPI Rayon Medan Denai Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

Oktober 18, 2026
Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Siapkan 200 Pompa Air
IndonesiaOne

Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Siapkan 200 Pompa Air

Oktober 13, 2026
Kartika dan Muhammad Ardian Akan Melangsungkan Pernikahan, Syukuran Digelar di Medan
IndonesiaOne

Kartika dan Muhammad Ardian Akan Melangsungkan Pernikahan, Syukuran Digelar di Medan

Oktober 11, 2026
Prabowo Saksikan Timnas Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026
bisnis

Prabowo Saksikan Timnas Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Oktober 6, 2026
Jamuan Rakyat Istana Lengkapi Kemeriahan HUT ke-81 RI, Libatkan Puluhan UMKM Jakarta
IndonesiaOne

Jamuan Rakyat Istana Lengkapi Kemeriahan HUT ke-81 RI, Libatkan Puluhan UMKM Jakarta

Agustus 17, 2026
76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 Dikukuhkan sebagai Penggerak Sekolah Aman dan Ruang Digital Ramah Anak
Daerah

76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 Dikukuhkan sebagai Penggerak Sekolah Aman dan Ruang Digital Ramah Anak

Juli 13, 2026
Next Post
Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Restui Perjuangan Barry Menjadi Gubsu, Keluarga Besar Simorangkir Gelar Do’a Bersama Untuk Kedamaian Pilkada Sumut 

Restui Perjuangan Barry Menjadi Gubsu, Keluarga Besar Simorangkir Gelar Do’a Bersama Untuk Kedamaian Pilkada Sumut 

Mei 20, 2024
Perjalanan Karir AKP Zikri Muamar: Dari Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Hingga Wakasat Reskrim Polrestabes Medan

Perjalanan Karir AKP Zikri Muamar: Dari Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Hingga Wakasat Reskrim Polrestabes Medan

Agustus 23, 2025
Walaupun Dibully, PKS Tetap Peduli Melayani Masyarakat Ketika Bencana Banjir Terjadi Saat Pilkada Serentak 2024

Walaupun Dibully, PKS Tetap Peduli Melayani Masyarakat Ketika Bencana Banjir Terjadi Saat Pilkada Serentak 2024

November 29, 2024
M. Nuh Dilantik Kembali sebagai Anggota DPD RI untuk Periode Kedua

M. Nuh Dilantik Kembali sebagai Anggota DPD RI untuk Periode Kedua

September 30, 2024
Tim AMIN Konsulidasi Pemenangan Satu Putaran Pemilihan Presiden 2024

Tim AMIN Konsulidasi Pemenangan Satu Putaran Pemilihan Presiden 2024

0
Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

0
Kunjungi Tabagsel Dan Labuhan Batu Raya, M. Nuh Dialog Dengan Pimpinan Pesantren

Kunjungi Tabagsel Dan Labuhan Batu Raya, M. Nuh Dialog Dengan Pimpinan Pesantren

0
Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula,Pj Gubernur Sumut Terus Perkuat Sosialisasi

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula,Pj Gubernur Sumut Terus Perkuat Sosialisasi

0
Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Oktober 21, 2026
Dilema Integrasi Islam dalam Kurikulum Nasional di Sekolah

Dilema Integrasi Islam dalam Kurikulum Nasional di Sekolah

Oktober 21, 2026
Polda Sumut Selidiki Penembakan Wadan Koti Pemuda Pancasila Deli Serdang, Tiga Saksi Diperiksa, Otak Pelaku Masih Diburu

Polda Sumut Selidiki Penembakan Wadan Koti Pemuda Pancasila Deli Serdang, Tiga Saksi Diperiksa, Otak Pelaku Masih Diburu

Oktober 20, 2026
Kemenhut Pulangkan Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal dari India, Kini Bernama Heera

Kemenhut Pulangkan Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal dari India, Kini Bernama Heera

Oktober 19, 2026
Indonesia One

Berita Terbaru

Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Oktober 21, 2026
Dilema Integrasi Islam dalam Kurikulum Nasional di Sekolah

Dilema Integrasi Islam dalam Kurikulum Nasional di Sekolah

Oktober 21, 2026
Polda Sumut Selidiki Penembakan Wadan Koti Pemuda Pancasila Deli Serdang, Tiga Saksi Diperiksa, Otak Pelaku Masih Diburu

Polda Sumut Selidiki Penembakan Wadan Koti Pemuda Pancasila Deli Serdang, Tiga Saksi Diperiksa, Otak Pelaku Masih Diburu

Oktober 20, 2026
Kemenhut Pulangkan Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal dari India, Kini Bernama Heera

Kemenhut Pulangkan Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal dari India, Kini Bernama Heera

Oktober 19, 2026

Alamat

Jalan Medan-Batangkuis Dusun 3, Sei Rotan No 136, kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Email: lpkgkn20@gmail.com
Telp/Hp : 0858-3695-8472
Diterbitkan oleh PT Citra Buruh Nasional
SK MENKUMHAM NOMOR AHU 0002461-AH.01.01 TAHUN 2020

Kategori Berita

  • bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Hukum
  • IndonesiaOne
  • Internasional
  • Kriminal
  • Nasional
  • Politik

Terbaru

Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Reskrim dan Narkoba Bertindak Tegas, Profesional, dan Humanis

Oktober 21, 2026
Dilema Integrasi Islam dalam Kurikulum Nasional di Sekolah

Dilema Integrasi Islam dalam Kurikulum Nasional di Sekolah

Oktober 21, 2026
Polda Sumut Selidiki Penembakan Wadan Koti Pemuda Pancasila Deli Serdang, Tiga Saksi Diperiksa, Otak Pelaku Masih Diburu

Polda Sumut Selidiki Penembakan Wadan Koti Pemuda Pancasila Deli Serdang, Tiga Saksi Diperiksa, Otak Pelaku Masih Diburu

Oktober 20, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami

© 2020 Indonesia One

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Kriminal
  • Network
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hubungi Kami
  • Daerah

© 2020 Indonesia One

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In