Medan – Tasyakuran aqiqah sekaligus penabalan nama Elvano Zayyan Rafasya Manik menjadi momentum penuh makna bagi keluarga besar Hidayat Tanjung yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026. Agenda tersebut menjadi wujud rasa syukur atas kelahiran sang cucu, sekaligus peneguhan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga.
Elvano Zayyan Rafasya Manik merupakan cucu dari Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Garda Konsumen Nasional (LPK-GKN), Hidayat Tanjung. Bayi laki-laki itu lahir dari pasangan Bunga Dahlia Tanjung dan Hasan Januari Manik. Kehadiran Elvano membawa kebahagiaan mendalam sekaligus harapan baru bagi keluarga besar.
Pelaksanaan tasyakuran dijadwalkan berlangsung di kediaman keluarga di Jalan Bangun Sari IV Nomor 13, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Sejumlah kerabat, tokoh masyarakat, dan undangan diharapkan hadir untuk memberikan doa dan restu.
Rangkaian kegiatan tidak hanya mencakup prosesi aqiqah dan penabalan nama, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan keluarga besar serta masyarakat sekitar. Kehadiran para undangan dipandang sebagai kehormatan sekaligus dukungan moral dan spiritual bagi keluarga penyelenggara.
Dalam keterangannya, Hidayat Tanjung menyampaikan bahwa aqiqah dan penabalan nama merupakan bagian dari sunnah muakkad, yakni amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Pelaksanaan aqiqah memiliki makna spiritual sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT, sekaligus doa yang disematkan kepada seorang anak sejak awal kehidupan.
“Aqiqah dan penabalan nama merupakan wujud rasa syukur atas kelahiran cucu kami. Momentum itu menjadi kesempatan untuk memohon doa dari keluarga dan masyarakat agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik,” ujar Hidayat pada Jumat.(10/04/26).
Nama Elvano Zayyan Rafasya Manik mengandung harapan mendalam dari keluarga. Setiap rangkaian nama mencerminkan doa agar sang anak tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, serta membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar. Marga Manik menjadi penanda identitas keluarga yang diharapkan terus terjaga.
Hidayat menaruh harapan besar agar Alvano kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, keluarga, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Penanaman nilai moral dan keagamaan sejak dini dinilai penting sebagai fondasi pembentukan karakter.
“Mohon doa dari seluruh pihak agar Elvano senantiasa diberikan kesehatan, kecerdasan, serta akhlak yang baik, dan kelak menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Penyelenggaraan tasyakuran juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi keagamaan di tengah perkembangan zaman. Nilai kebersamaan, doa, dan rasa syukur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga.
Acara diharapkan berlangsung lancar serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang hadir. Di tengah dinamika kehidupan modern, kebersamaan dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan dan nilai-nilai spiritual. (Red)



























