Surabaya – Hiswana Migas Jawa Timur menegaskan distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan dengan pengawasan ketat di tengah isu kenaikan harga energi. Penyesuaian pasokan disebut sebagai langkah untuk menjaga pemerataan distribusi di berbagai wilayah.
Sekretaris DPD V Hiswana Migas Jawa Timur, Tri Prakoso, mengatakan alokasi LPG ke pangkalan dalam beberapa hari terakhir tidak selalu terpenuhi penuh. Dari sebelumnya 100 persen, kini distribusi disesuaikan menjadi sekitar 75 persen.
“Kalau biasanya pangkalan mendapat alokasi penuh, kini disesuaikan. Yang penting semua wilayah tetap mendapatkan distribusi,” kata Tri.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan mencegah kekosongan pasokan di wilayah tertentu. Hiswana Migas juga memantau pola konsumsi, terutama di pangkalan dengan tingkat penarikan tinggi.
Indikasi tingginya konsumsi, menurut dia, terlihat ketika stok LPG habis sebelum tengah hari. Kondisi itu menjadi bahan evaluasi untuk memastikan apakah lonjakan permintaan berasal dari kebutuhan riil atau faktor lain.
Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, Hiswana Migas menerapkan sistem pelaporan stok harian. Setiap pangkalan diwajibkan melaporkan kondisi persediaan pada pukul 11.00 melalui sistem terintegrasi.
“Dengan laporan harian, potensi kekosongan bisa segera diantisipasi,” ujarnya.
Tri menambahkan, seluruh pelaku usaha di sektor hilir migas wajib mematuhi regulasi pemerintah, termasuk ketentuan dari Kementerian ESDM dan Pertamina. Kepatuhan dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas distribusi.
“Kami diaudit oleh berbagai lembaga. Kalau tidak mengikuti aturan, konsekuensinya jelas,” kata dia.
Di lapangan, pedagang LPG di Surabaya menyebut stok masih relatif aman dan harga stabil. Seorang pedagang di kawasan Bulak Banteng mengaku pasokan berjalan normal tanpa kenaikan harga. Hal serupa disampaikan pedagang lain di wilayah Setro.
Di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi, Hiswana Migas mengimbau masyarakat tidak terpancing isu yang belum pasti. Tri menilai pemerintah akan mengambil langkah untuk menjaga keterjangkauan harga.
“Potensi kenaikan itu ada, tetapi kami yakin pemerintah akan mengambil langkah terbaik,” ujarnya.
Ia juga menekankan besarnya beban subsidi yang ditanggung pemerintah untuk menjaga harga energi tetap terjangkau.
Menutup pernyataannya, Tri mengajak masyarakat tetap tenang dalam menyikapi situasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Pemerintah pasti memiliki solusi di tengah kondisi global yang tidak menentu,” kata Tri. (**)



























