Pariaman – Pembangunan Jembatan Malano yang menghubungkan Korong Padang Maduang dengan Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, menuai sorotan warga. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Padang Pariaman Tahun Anggaran 2025 tersebut diduga belum rampung dan terkesan terbengkalai.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan jembatan memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.192.800.468 dengan pagu anggaran Rp1.250.000.000. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Tremor yang beralamat di Jalan Ngurah Rai Nomor 07, Kelurahan Air Tawar Timur, Kota Padang.
Pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung selama 84 hari kalender, terhitung sejak 8 Oktober 2025 hingga 30 Desember 2025.
Salah seorang warga Korong Padang Maduang, Putra, mengatakan bahwa pengerjaan jembatan sempat mengalami kendala akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air sungai meningkat. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, proyek tersebut seharusnya tetap diselesaikan hingga Januari 2026.
“Saat ini sudah tidak ada lagi pekerja di lokasi. Proyek ditinggalkan, padahal masih banyak pekerjaan yang belum selesai, seperti pemasangan bronjong yang tidak tuntas sebagai penahan longsor serta pengaspalan jalan jembatan yang baru sebagian,” ujar Putra, Jumat (6/2/2026).
Putra juga menilai kualitas pengerjaan jembatan terkesan tidak maksimal dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terhadap daya tahan jembatan ke depan.
“Pemerintah seharusnya melakukan audit terhadap proyek tersebut. Jangan sampai anggaran sudah habis, tetapi hasil pekerjaan tidak maksimal. Dana yang digunakan berasal dari APBD, sehingga bersumber dari uang masyarakat,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Bayu Saputra. Ia menduga proyek pembangunan jembatan hanya bertujuan menghabiskan anggaran tahun 2025 tanpa memperhatikan kualitas serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Proyek semacam ini jangan sampai sekadar menjadi penghabisan anggaran. Pengawasan dari inspektorat maupun pemerintah daerah patut dipertanyakan. Warga berharap jalan dan jembatan di kampung dapat dibangun dengan baik dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Korong Padang Maduang, Joni, membenarkan bahwa pembangunan jembatan hingga kini belum selesai. Ia mengaku tidak memperoleh informasi yang jelas dari pihak pelaksana proyek, baik selama pengerjaan berlangsung maupun terkait kendala yang terjadi di lapangan.
“Kondisi saat ini memang terbengkalai. Tidak ada pemberitahuan dari pihak pelaksana proyek mengenai alasan pekerjaan tidak diselesaikan,” kata Joni.
Hingga berita diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman belum memberikan keterangan resmi mengenai kelanjutan pembangunan Jembatan Malano. (Kairul)



























