Medan — Rayon Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM-FKPPI) Medan Denai menyambut kembalinya Brigjen Pol. Sonny Irawan ke Sumatera Utara. Sonny kini dipercaya mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut).
Ketua Rayon GM-FKPPI Medan Denai, Ali Matri, ST, yang akrab disapa Ade, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan Sonny mampu memperkuat supremasi hukum dan menciptakan keamanan yang semakin kondusif di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.
Menurut Ade, penunjukan Sonny memiliki arti tersendiri karena perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian 1997 tersebut bukan sosok baru bagi masyarakat Sumatera Utara. Sebelum dipercaya sebagai Kapolda, Sonny pernah menjabat Wakapolda Sumut pada Desember 2025 hingga Juli 2026.
“Selamat datang kembali di Sumatera Utara kepada Brigjen Pol. Sonny Irawan. Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut. Kami berharap kehadiran beliau sebagai Kapolda dapat membawa semangat baru dalam memperkuat supremasi hukum di Sumatera Utara,” ujar Ade kepada awak media, Sabtu, (03/10/26).
Bagi GM-FKPPI Medan Denai, keberadaan institusi kepolisian yang kuat harus berjalan beriringan dengan partisipasi masyarakat. Karena itu, organisasi tersebut menyatakan kesiapannya untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan jajaran kepolisian dalam menjaga ketertiban di tengah masyarakat.
Ade mengatakan Kota Medan memiliki karakter masyarakat yang beragam. Keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial menjadi kekuatan daerah sekaligus membutuhkan pengelolaan kehidupan bermasyarakat yang mengedepankan toleransi serta rasa saling menghormati.
“Kami, GM-FKPPI khususnya Medan Denai, siap mendukung institusi Polri dalam menjaga supremasi hukum. Kami juga siap mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga Kota Medan sebagai kota multietnis dapat terus berkembang menjadi daerah yang aman dan nyaman,” katanya.
Ia menuturkan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan tidak dimaksudkan untuk mengambil alih tugas aparat penegak hukum. Sebaliknya, peran masyarakat diperlukan sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan sosial yang tertib.
Bagi GM-FKPPI, kata Ade, menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian memiliki kewenangan dalam penegakan hukum, sedangkan masyarakat dapat berkontribusi melalui kepedulian terhadap lingkungan, komunikasi antarkelompok, serta penyampaian informasi yang diperlukan kepada aparat.
“Kami ingin membangun sinergi yang positif. Ketika masyarakat dan kepolisian saling berkomunikasi, berbagai persoalan di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya,” ujar Ade.
Bagian dari Keluarga Besar TNI-Polri
GM-FKPPI merupakan wadah yang memiliki keterikatan historis dengan keluarga besar TNI dan Polri. Latar belakang tersebut, menurut Ade, menjadi salah satu alasan organisasi yang dipimpinnya memiliki perhatian terhadap keberlangsungan keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Utara.
Ia menegaskan, dukungan terhadap kepolisian harus diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak sebatas pernyataan, GM-FKPPI Medan Denai menyatakan siap mengambil bagian dalam kegiatan sosial maupun kemasyarakatan yang dapat memperkuat kebersamaan.
“Kami sebagai bagian dari keluarga besar TNI dan Polri tentunya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Kami siap bersinergi dengan kepolisian selama semuanya berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata Ade.
Menurut dia, kepemimpinan baru di Polda Sumut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara aparat keamanan dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Ruang komunikasi yang terbuka dinilai penting agar persoalan yang berkembang di lingkungan warga tidak selalu berujung pada konflik.
Ade berharap Sonny Irawan dapat membawa pengalaman sebelumnya saat bertugas di Sumatera Utara ke dalam tanggung jawab barunya sebagai Kapolda. Dengan memahami karakter masyarakat setempat, ia berharap pendekatan keamanan dapat berjalan seiring dengan pelayanan publik dan penegakan hukum.
Pergantian pucuk pimpinan Polda Sumut itu tertuang dalam Telegram Nomor ST/2205/X/Kep/2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam keputusan tersebut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto mendapat penugasan baru sebagai Wakil Inspektur Pengawasan Umum Polri (Wairwasum Polri).
Sementara Sonny Irawan yang sebelumnya menjabat Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri ditunjuk untuk memimpin Polda Sumut.
Bagi GM-FKPPI Medan Denai, pergantian tersebut bukan sekadar perubahan struktur organisasi kepolisian. Momentum itu diharapkan dapat menjadi awal penguatan kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan di tingkat lokal.
Ade menegaskan organisasinya siap menjadi bagian dari upaya tersebut. Ia berharap hubungan yang selama ini terjalin antara GM-FKPPI dan institusi kepolisian dapat semakin erat, khususnya dalam menjaga kondusivitas Kota Medan.
“Kami menyampaikan selamat datang kembali kepada Brigjen Pol. Sonny Irawan. Semoga beliau dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa Polda Sumut semakin dekat dengan masyarakat. GM-FKPPI Medan Denai siap mendukung upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta supremasi hukum,” ujar Ade.
Dengan kembalinya Sonny Irawan ke Sumatera Utara, GM-FKPPI Medan Denai berharap komunikasi lintas elemen masyarakat semakin terbuka. Organisasi tersebut menilai keterlibatan pemuda dan kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kota yang aman sekaligus menjaga keberagaman sebagai kekuatan sosial Kota Medan. (Tam)
























