Medan – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang tinggal menghitung hari, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Garda Konsumen Nasional (LPK-GKN), Hidayat Tanjung, bersama keluarganya menyampaikan ucapan selamat menyongsong periode penuh berkah dan ampunan tersebut.
“Marhaban ya Ramadhan. Semoga pada masa yang mulia ini seluruh amal serta ibadah kita diterima Allah SWT,” kata Hidayat di Medan, Minggu (15/2/2026).
Ia menuturkan, hadirnya Ramadhan merupakan kesempatan berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas spiritual, memperkuat kesabaran, dan meneguhkan sikap tawakal dalam menjalani kehidupan. Melalui proses pembinaan diri selama sebulan berpuasa, setiap pribadi diharapkan mampu kembali pada kesucian saat merayakan Idul Fitri.
“Gunakan Ramadhan sebagai sarana pembentukan karakter dengan memperbanyak kesabaran dan kepasrahan kepada Tuhan agar meraih kemenangan di hari raya,” ujarnya.
Menurut dia, puasa tidak sebatas menahan lapar dan dahaga, melainkan juga mengendalikan dorongan hawa nafsu dari berbagai godaan. Apabila seluruh tahapan itu dijalani dengan sungguh-sungguh, umat Muslim diyakini akan memperoleh makna terdalam dari periode yang selalu dinantikan tersebut.
Hidayat turut mengingatkan pentingnya introspeksi dalam menapaki kehidupan. Ia menyinggung pesan keagamaan yang menyatakan bahwa di balik kesulitan terdapat kemudahan.
“Ketika memperoleh kelapangan, perbanyaklah istigfar. Saat menghadapi ujian, tetaplah bersyukur dengan mengucap alhamdulillah,” tuturnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa keikhlasan dalam menjalankan kewajiban maupun aktivitas sehari-hari merupakan cerminan keteguhan iman kepada Allah SWT. Segala peristiwa, lanjutnya, terjadi atas kehendak dan petunjuk-Nya.
“Bila ingin meraih keselamatan dunia dan akhirat, nilai ketulusan harus diterapkan secara konsisten dalam praktik kehidupan,” ucapnya.
Lebih jauh, Hidayat menyampaikan bahwa Ramadhan tidak semata menjadi ruang ritual, tetapi juga momentum memperbaiki relasi sosial serta menata kembali hati yang lelah.
“Periode suci ini menghadirkan peluang untuk menyembuhkan batin, mempererat silaturahmi, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan langkah yang tenang dan penuh harapan,” katanya.
Ia menambahkan, kedatangan Ramadhan ibarat panggilan lembut agar manusia kembali pada jalan kebaikan.
“Sambutlah masa ini dengan kelapangan jiwa, niat yang bersih, serta komitmen meninggalkan kebiasaan yang kurang baik,” ujarnya.
Menurut Hidayat, setiap sujud, doa, dan tetes air mata pada waktu tersebut memiliki arti yang lebih mendalam. Ia berharap Ramadhan menjadi titik balik untuk memaafkan, membenahi diri, dan menanam amal kebajikan yang kelak berbuah pahala.
“Esensi puasa bukan hanya menahan lapar, melainkan mengendalikan diri, membersihkan hati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Hidayat mengajak masyarakat menyongsong Ramadhan 1447 H dengan penuh kegembiraan dan menjadikannya wahana memperkuat keimanan sekaligus kepedulian sosial. (Bustami)




























