Jakarta – DPR menilai perkembangan ruang digital Indonesia semakin berkembang pesat. Untuk itu digitalisasi dianggap sangat penting bagi pengembangan UMKM.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid dalam keynote speakernya dalam acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Optimalisasi Ruang Digital Bagi UMKM, yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (29/7).
Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dan Owner Electrica Panda, M Rizki Saragih sebagai narasumber.
“Ruang digital Indonesia semakin berkembang pesat. Ini bisa dilihat dari pengguna internet di Indonesia yang mengalami peningkatan cukup pesat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Untuk itu Digitalisasi UMKM penting dilakukan agar usaha mereka tak tertinggal dan dapat beradaptasi,” ujar Meutya Hafid.
Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan ruang digital yang terus berkembang hingga saat ini merupakan momentum untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui ruang digital.
Untuk itu, ia menyarankan strategi para pelaku UMKM di era pandemi perlu memperkuat sistem digital dengan memanfaatkan pemasaran daring via media sosial, laman dan marketplace.
“Perlu juga berkolaborasi dengan mitra bisnis, menambah tipe produk serta meningkatkan inovasi produk dan pelayanan,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan pesatnya peran teknologi semakin terpacu dengan adanya pandemi Covid-19 mendorong semua pihak untuk berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas di ruang digital.
“Kondisi ini menunjukkan kita berada di era percepatan transformasi digital,” kata Semuel.
Ia menilai pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas di berbagai lini kehidupan. Hal inilah yang mempertegas bahwa sedang terjadi era disrupsi teknologi. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyiapkan SDM Indonesia dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini.
“Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik, kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat Indonesia. Bersama kita bisa melalui pandemi, tetap semangat dan salam literasi digital,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Owner Electrica Panda, M Rizki Saragih mengatakan mengungkapkan Electrica Panda adalah brand clothing asli Medan.
Nama Electrica Panda pun dipilihnya sebagai nama brand karena kesukaannya akan panda. Sedangkan istilah electrica dipakainya agar brand ini bisa menyengat ke setiap orang.
Sementara itu, bagi yang ingin mulai berbisnis, Rizky menyarankan, ketika punya konsep harus segera dijalankan, dieksekusi.
“Sekarang kan lebih mudah, kalau udah punya konsep ya jalan aja, kerjain aja. Kalau belum bisa produksi sendiri, kan masih banyak teman-teman partner yang bisa bantu, ada tukang cetaknya, ada tukang bajunya, kita tinggal pilih sendiri, gampang sekarang, ada internet, di Medan juga udah ada,” sarannya. (ma)