Medan – Di tengah hiruk pikuk pusat Kota Medan, terdapat sebuah cafe yang belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat lintas usia. Berlokasi di kawasan bersejarah, tepatnya di gedung Kantor Pos Besar Medan di Jalan Pos No.1, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Titik Temu cafe hadir membawa nuansa klasik yang kental dan menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda dari cafe – cafe pada umumnya.
Mengusung konsep perpaduan budaya masa lalu dan modern, Temu cafe tidak hanya menyuguhkan makanan dan minuman lezat, tetapi juga membalut setiap sudut ruangannya dengan estetika arsitektur kolonial yang menggugah kenangan akan sejarah Kota Medan.

Gedung yang ditempati Temu Cafe merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang menandai titik nol kilometer Kota Medan, menjadikannya lokasi yang strategis sekaligus sarat nilai historis. Ridho Dwi Prasetya, selaku Manajer Titik Temu Cafe, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengangkat konsep ini untuk memberikan pengalaman yang unik bagi para pengunjung.
“Temu Cafe hadir dengan konsep klasik yang berpadu dengan menu kekinian. Kami menyediakan aneka masakan ala Eropa yang dipadukan dengan cita rasa lokal. Tidak hanya itu, kami juga menyuguhkan berbagai pilihan minuman mulai dari coffee hingga racikan minuman khas ala Titik Temu Cafe yang bisa dipesan sesuai selera,” ungkap Ridho saat diwawancarai oleh awak media, pada Jumat, (04/07/25).
Menurut Ridho, konsep ‘tampil beda’ merupakan identitas yang dipegang kuat oleh Temu Cafe. Ia menambahkan bahwa keberadaan kafe di dalam gedung bersejarah memberikan nilai tambah tersendiri, tidak hanya dari sisi visual dan kenyamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya.
“Keberadaan kami di gedung kantor Pos yang bersejarah ini menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya datang untuk makan dan minum, tetapi juga untuk menikmati atmosfer masa lalu yang jarang ditemukan di tempat lain. Kami ingin pengunjung merasakan kenyamanan dalam balutan sejarah,” katanya.
Tak hanya dari sisi pengelola, apresiasi positif juga datang dari para pelanggan. Salah satunya Asrul (27), warga Kota Medan yang rutin mengunjungi Temu cafe bersama teman-temannya. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap sajian kuliner yang ditawarkan serta suasana cafe yang dianggap sangat estetik dan nyaman.
“Nasi gorengnya enak, rempah-rempahnya terasa pas di lidah. Minuman favorit saya di sini ELGA (Es Latte Gula Aren) creamy dan enak banget. Tempatnya juga keren, apalagi tahu bahwa ini dulu bekas kantor pos utama Medan, tapi sekarang jadi tempat nongkrong anak muda. Letaknya strategis, dekat mall dan stasiun kereta juga,” ujar Asrul.
Kini, Titik Temu cafe tak hanya menjadi destinasi kuliner, tetapi juga ruang temu lintas generasi. Baik kalangan muda yang gemar berswafoto, hingga orang dewasa yang ingin bernostalgia dengan masa lalu, semua merasa nyaman dan betah berada di tempat ini.
Dengan pendekatan yang menggabungkan nilai sejarah dan gaya hidup modern, Temu Cafe membuktikan bahwa warisan budaya dapat hidup berdampingan dengan tren kekinian, dan bahkan menjadi nilai jual utama yang mampu menarik hati banyak orang.(Bustami)




























