Pasaman Barat, Sumbar – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman Barat melalui Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Hadi Ismanto, menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal dunia, dengan jumlah total santunan sebesar Rp 42 juta.
Penyerahan tersebut berlangsung di Masjid Ibrahim, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, pada Jumat, (7/03/25), pukul 14.30 WIB.
Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat Desa Mulyorejo, Plt Jorong Desa Mulyorejo Hasanudin, serta perwakilan dari Polsek Ranah Batahan, Babinkabtimas, dan Babinsa Koramil setempat. Penyerahan santunan ini juga turut disaksikan oleh sejumlah pihak yang terlibat dalam pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan di daerah tersebut.
Mega Parulian (70), salah satu warga yang menerima manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan, mengungkapkan rasa syukur atas adanya program tersebut.
“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan ini, terutama karena sejak dikelola oleh Mitra BPJS yang dipimpin oleh Hadi Ismanto, program ini sangat bermanfaat bagi kami di Kabupaten Pasaman Barat,” ujar Mega.
Plt Jorong Desa Mulyorejo, Hasanudin (53), juga menyampaikan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Kami sangat berterima kasih karena BPJS Ketenagakerjaan telah membantu kami dengan memberikan dana hibah. Program ini sangat dibutuhkan oleh warga kami, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan akibat musibah,” kata Hasanudin.
Sementara itu, Hadi Ismanto selaku Ketua BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman Barat menjelaskan bahwa tujuan utama dari BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya yang bekerja di sektor informal.
“BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jiwa bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam hal kecelakaan kerja. Kami mengajak masyarakat untuk bergabung dalam program ini, sehingga mereka dapat memahami manfaat bantuan yang diberikan oleh pemerintah,” tutur Hadi.
Hadi juga mengungkapkan bahwa banyak pekerja yang berisiko tinggi, seperti petani yang bekerja di perkebunan kelapa sawit, sehingga perlindungan seperti ini sangat penting.
“Kami berharap dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat akan lebih terlindungi dari risiko kecelakaan kerja,” tutupnya. (SK)




























